Malam mengajarkanku bahwa tidak semua antrean berakhir dengan cepat. Di bawah cahaya SPBU yang pucat, orang-orang menunggu giliran mengisi tangki, sementara aku diam-diam menunggu sesuatu yang jauh lebih sulit diukur, kepulanganmu. Barangkali rindu memang selalu memilih bentuknya sendiri, kadang sesederhana deretan kendaraan yang sabar bergerak beberapa meter demi beberapa meter.
Aku memandang wajah-wajah asing di depanku dan tiba-tiba merasa setiap orang sedang menunggu seseorang. Barangkali mereka menunggu rumah, kabar baik, atau sekadar pelukan yang sudah terlalu lama tertunda. Sejak kau pergi, aku percaya bahwa dunia ini sesungguhnya dibangun dari orang-orang yang sedang belajar menunggu tanpa kehilangan harapan.
Maka aku tidak lagi takut pada waktu yang terasa panjang. Sebab jika bensin mampu habis lalu diisi kembali, aku yakin hati yang terus dipenuhi rindu pun akan menemukan tenangnya saat kau pulang dan memanggil namaku seperti tak pernah ada jarak di antara kita.