Rindu (lagi) Tiga Puluh Dua

Langit selalu tahu ke mana matahari pulang, tetapi aku tidak pernah tahu ke mana harus mengirim rinduku. Ia hanya berjalan pelan di jalan kecil ini, mengetuk setiap jendela yang menyala, berharap salah satunya berubah menjadi tempat kau sedang memejamkan mata.

Rumah-rumah tampak tenang, seolah setiap pintu sedang menyimpan seseorang yang telah kembali. Hanya rumahku yang masih belajar menerima bahwa perempuan yang menghidupkan setiap sudutnya sedang berada di jauh, sementara aku ditemani oleh sunyi.

Maka setiap senja yang jatuh akan kulewati seperti jalan ini, panjang, sepi, dan setia. Aku percaya, sebagaimana malam selalu menemukan pagi, rinduku pun suatu hari akan menemukanmu pulang.