28

Aku melihatnya berdiri di sana, dengan pakaian merah muda dan senyum yang belum belajar menyembunyikan kebahagiaan. Di tempat sesederhana itu, di antara aroma makanan dan suara orang-orang, dunia mendadak terasa cukup.

Aku selalu mengira kebahagiaan akan datang dalam bentuk yang besar, tetapi anak kecil mengajariku sebaliknya. Ia bisa tumbuh dari sepasang sandal, dari sebuah meja makan, atau dari seseorang yang menunggu dengan sabar di sudut ruangan.

Aku memandangnya dan tahu, kelak waktu akan membuat tubuh kecil itu menjadi tinggi, langkahnya menjadi jauh, dan tangannya mungkin tak lagi menggenggam tanganku. Karena itu malam ini, biarlah aku mengingatnya persis seperti ini, kecil, tersenyum, dan belum tahu bahwa ia adalah salah satu alasan terbesar mengapa aku ingin selalu pulang.