Aku menunggu lampu merah berubah, sementara langit di atas kota perlahan kehilangan warnanya. Entah sejak kapan, aku merasa jalan ini sudah pernah kulewati pada kehidupan yang lain, ketika semua orang masih percaya bahwa penantian bisa mengubah nasib.
Di kejauhan, sebuah truk melintas seperti kenangan yang terlambat pulang. Aku menggenggam kemudi dan membayangkan bahwa setiap lampu merah adalah pesan dari seseorang yang tak pernah sempat mengucapkan selamat tinggal.
Ketika lampu akhirnya hijau, aku tetap diam beberapa detik. Sebab untuk sesaat aku tahu, dunia memang masih berjalan seperti yang diinginkannya, tetapi aku tidak lagi yakin bahwa aku harus ikut pergi bersamanya.