Aku melihat Iliana berdiri di tengah keramaian, menatap seekor burung kecil yang bertengger dengan tenang di atas rumput buatan. Orang-orang berlalu di sekelilingnya, tetapi bagi Iliana, sepertinya seluruh kota telah berhenti untuk memperkenalkan seekor makhluk kecil kepadanya.
Ia mendekat dengan rasa ingin tahu yang belum mengenal takut, sementara burung itu tetap diam seperti penjaga rahasia. Aku tersenyum, sebab anak-anak selalu menemukan keajaiban di tempat yang bagi orang dewasa hanyalah jalan yang sedang ramai.
Dan pagi itu aku belajar dari Iliana bahwa dunia tidak pernah benar-benar kehilangan keajaibannya. Kita hanya tumbuh terlalu besar untuk melihatnya.