Hari Pertama Iliana Sekolah

Aku membonceng Iliana di bawah matahari yang begitu terang, sampai-sampai jalanan terasa seperti sedang menyimpan rahasia. Ia tersenyum di balik helmnya, dan aku merasa perjalanan sederhana ini lebih berharga daripada perjalanan mana pun yang pernah kurencanakan.

Di tengah suara kendaraan dan panas aspal, tangan kecilnya tetap dekat denganku. Ia belum tahu bahwa kelak ia akan tumbuh dan pergi mengejar jalannya sendiri, sementara aku mungkin hanya akan mengingat hari-hari seperti ini sebagai bagian paling bahagia dari hidupku.

Maka aku tersenyum bersamanya, membiarkan angin membawa kami ke mana saja. Sebab hari itu aku tidak sedang mengantar seorang anak, aku sedang mengantar masa kecilnya menuju sebuah kenangan yang semoga tidak pernah hilang.