Kembali ke Rutinitas Lagi

Aku mengayuh sepeda ketika matahari sedang menyelesaikan kalimat terakhirnya di langit. Jalanan di hadapanku lengang, tetapi entah mengapa terasa penuh oleh suara-suara rumah yang sebentar lagi menyalakan lampu dan orang-orang yang sedang pulang membawa cerita masing-masing.

Bendera-bendera merah putih berdiri di sepanjang jalan, berkibar seperti ingatan tentang negeri yang selalu kutemukan bahkan dalam perjalanan paling sederhana. Aku terus mengayuh, membiarkan angin sore membawa pergi lelah yang sejak pagi menempel di tubuhku.

Di ujung jalan, senja perlahan menghilang. Aku tahu ke mana aku akan pulang, kepada dua nama yang selalu membuat perjalanan sejauh apa pun terasa seperti jalan terpendek di dunia.