Aku menemukan Iliana di antara rak-rak yang penuh warna, memeluk seekor mainan hijau seolah-olah ia baru saja menemukan sahabat yang telah lama dicarinya. Ia menunduk dengan wajah serius, sementara dunia di sekelilingnya sibuk menjual segala sesuatu yang mungkin dibutuhkan orang dewasa.
Aku memperhatikannya dan berpikir bahwa masa kanak-kanak adalah negeri yang aneh, tempat seekor mainan sederhana dapat menjadi harta paling berharga, dan sebuah toko dapat berubah menjadi kerajaan hanya karena seorang anak sedang bahagia.
Aku tidak membeli banyak hari itu. Aku hanya membawa pulang kenangan tentang Iliana, tentang kedua tangannya yang kecil memeluk mainan itu, dan tentang kebahagiaan yang ternyata bisa ditemukan di antara rak-rak sebuah toko.