Aku berdiri di tepi laut ketika matahari turun perlahan, seolah-olah seseorang telah memanggilnya pulang. Angin membawa bau garam dan kesunyian yang terasa lebih tua daripada ingatanku sendiri.
Aku melihat bayanganku larut bersama air, dan untuk sesaat aku merasa laut sedang menghapus namaku. Tidak ada yang kutakuti, sebab mungkin memang begitulah cara dunia mengajarkan manusia untuk melupakan dirinya.
Ketika matahari akhirnya menghilang, aku tetap berdiri di sana. Aku tahu besok ia akan kembali, tetapi entah mengapa aku merasa bahwa yang kembali nanti bukan aku yang sama.