Matahari di Wajah Iliana

Aku menemukan Iliana berdiri di atas motor merah muda itu, memegang sesuatu yang kecil di tangannya, seolah-olah ia baru saja menerima bekal untuk sebuah perjalanan yang sangat jauh. Matahari menyentuh wajahnya, dan jalanan di belakangnya sibuk dengan manusia yang tidak tahu bahwa seorang anak kecil sedang menyimpan dunianya sendiri.

Ia belum cukup besar untuk memahami ke mana jalan akan membawanya. Baginya, motor itu mungkin sebuah kapal, halaman parkir adalah lautan, dan setiap orang yang lewat adalah tokoh dalam petualangan yang belum selesai.

Aku memandangnya dan berpikir bahwa suatu hari nanti Iliana akan pergi dengan kendaraannya sendiri, menuju kota-kota yang tidak kukenal. Tetapi hari ini, biarlah ia tetap kecil, berdiri di sana dengan cahaya matahari di wajahnya, sementara aku diam-diam menghafalkan cara dunia terlihat ketika ia masih menjadi pusatnya.