Alphazero

Aku membaca halaman itu perlahan, seperti seseorang yang sedang mengetuk pintu sebuah pikiran. Di sana ada AlphaZero, mesin yang belajar bermain catur bukan dengan meniru manusia, melainkan dengan menemukan jalannya sendiri. Aku berhenti pada gagasan itu cukup lama: betapa anehnya, sebuah mesin justru mengajari manusia bahwa untuk menjadi hebat, barangkali kita harus berani meninggalkan cara-cara lama.

Catur tiba-tiba terasa bukan lagi tentang raja, ratu, benteng, dan kuda. Ia menjadi cerita tentang manusia yang selama ratusan tahun merasa telah memahami permainan, lalu datang sebuah mesin yang memandang papan itu dengan cara yang sama sekali berbeda. Aku membalik halaman, tetapi pikiranku masih tertinggal di sana, pada 2017, ketika sebuah kecerdasan baru menunjukkan bahwa belajar tidak selalu berarti menghafal apa yang telah diketahui orang lain.

Malam itu aku menutup buku, tetapi pertanyaan dari halaman tersebut ikut tinggal di kepalaku: jika mesin bisa belajar dari kesalahan dan menemukan kemungkinan yang tak terpikirkan manusia, lalu apa yang sebenarnya membuat manusia istimewa? Mungkin bukan karena kita selalu lebih pintar. Mungkin karena kita masih memiliki keberanian untuk bertanya mengapa, lalu membuka halaman berikutnya.