Bathara Naradha

Malam itu kota seperti sedang berjalan pulang. Aku berada di antara deretan kendaraan, mengikuti bus merah yang melaju pelan di bawah lampu-lampu jalan. Di sebelahku mobil-mobil berkilau, sementara dari kejauhan suara mesin dan klakson bercampur menjadi musik yang hanya dimengerti oleh kota.

Aku selalu heran melihat jalan raya pada malam hari. Begitu banyak manusia bergerak menuju tempat yang berbeda, membawa urusan masing-masing, membawa rindu yang mungkin tak pernah mereka ceritakan. Aku sendiri hanya seorang pengembara kecil di antara lampu merah dan lampu hijau, mencoba sampai rumah sebelum malam benar-benar larut.

Lalu aku melihat bus itu lagi, dengan tulisan “Bathara Naradha” di bagian belakangnya. Ia terus berjalan, membawa entah berapa banyak cerita di dalam perutnya. Aku tersenyum. Barangkali begitulah hidup: kita semua naik kendaraan masing-masing, melaju di jalan yang sama, tetapi membawa tujuan yang berbeda.