BRIGHTON, 23 Agustus 2026 – Brighton & Hove Albion mengawali musim 2026/2027 Premier League dengan kemenangan telak 4-0 atas Aston Villa di Amex Stadium, Minggu (23/8). The Seagulls tampil dominan dan sudah memastikan kemenangan sebelum turun minum.
Brighton membuka keunggulan pada menit kedelapan melalui gol bunuh diri Victor Lindelöf. Bek Aston Villa tersebut gagal mengantisipasi bola yang dilepaskan Maxim De Cuyper sehingga justru mengarah ke gawang sendiri. Gol cepat itu membuat Brighton semakin leluasa mengendalikan permainan.
De Cuyper kemudian menggandakan keunggulan Brighton pada menit ke-18. Pemain asal Belgia itu memanfaatkan umpan Georginio Rutter untuk mencetak gol kedua tuan rumah. Brighton terus menekan pertahanan Villa yang tampak kesulitan menghadapi intensitas permainan lawannya.
Petaka Aston Villa berlanjut dalam waktu singkat. Jack Hinshelwood mencetak dua gol hanya dalam selang sekitar satu menit, masing-masing pada menit ke-30 dan ke-31. Gol tersebut membuat Brighton unggul 4-0 hanya dalam waktu 31 menit dan sekaligus menegaskan dominasi mereka pada babak pertama.
Situasi Villa semakin buruk menjelang turun minum. João Gomes, yang menjalani debutnya bersama klub, mendapat kartu merah pada menit ke-40 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Georginio Rutter. Aston Villa pun harus memainkan sebagian besar babak kedua dengan sepuluh pemain.
Brighton tetap menguasai pertandingan setelah jeda, tetapi tidak lagi memaksakan diri untuk menambah gol. Aston Villa kesulitan menciptakan ancaman berarti dan harus menerima kekalahan 0-4 pada laga pertama mereka musim ini. Hasil tersebut langsung menempatkan Brighton di posisi teratas klasemen pada awal pekan pertama, sedangkan Villa berada di dasar klasemen.
Kemenangan ini menjadi pernyataan awal Brighton di bawah Fabian Hürzeler. Meski kehilangan sejumlah pemain pada musim panas, Brighton menunjukkan permainan agresif dengan pressing tinggi dan penyelesaian peluang yang efektif. Sebaliknya, Aston Villa menghadapi pekerjaan besar untuk membangun kembali tim setelah kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer musim panas.
Bagi Unai Emery, kekalahan tersebut menjadi awal yang sangat berat. Villa bukan hanya gagal mencetak gol, tetapi juga kebobolan empat kali dalam 45 menit pertama. Emery kini dituntut segera menemukan keseimbangan baru agar perubahan besar dalam skuad tidak membuat Aston Villa kehilangan daya saing pada musim 2026/2027.
Brighton membuka keunggulan pada menit kedelapan melalui gol bunuh diri Victor Lindelöf. Bek Aston Villa tersebut gagal mengantisipasi bola yang dilepaskan Maxim De Cuyper sehingga justru mengarah ke gawang sendiri. Gol cepat itu membuat Brighton semakin leluasa mengendalikan permainan.
De Cuyper kemudian menggandakan keunggulan Brighton pada menit ke-18. Pemain asal Belgia itu memanfaatkan umpan Georginio Rutter untuk mencetak gol kedua tuan rumah. Brighton terus menekan pertahanan Villa yang tampak kesulitan menghadapi intensitas permainan lawannya.
Petaka Aston Villa berlanjut dalam waktu singkat. Jack Hinshelwood mencetak dua gol hanya dalam selang sekitar satu menit, masing-masing pada menit ke-30 dan ke-31. Gol tersebut membuat Brighton unggul 4-0 hanya dalam waktu 31 menit dan sekaligus menegaskan dominasi mereka pada babak pertama.
Situasi Villa semakin buruk menjelang turun minum. João Gomes, yang menjalani debutnya bersama klub, mendapat kartu merah pada menit ke-40 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Georginio Rutter. Aston Villa pun harus memainkan sebagian besar babak kedua dengan sepuluh pemain.
Brighton tetap menguasai pertandingan setelah jeda, tetapi tidak lagi memaksakan diri untuk menambah gol. Aston Villa kesulitan menciptakan ancaman berarti dan harus menerima kekalahan 0-4 pada laga pertama mereka musim ini. Hasil tersebut langsung menempatkan Brighton di posisi teratas klasemen pada awal pekan pertama, sedangkan Villa berada di dasar klasemen.
Kemenangan ini menjadi pernyataan awal Brighton di bawah Fabian Hürzeler. Meski kehilangan sejumlah pemain pada musim panas, Brighton menunjukkan permainan agresif dengan pressing tinggi dan penyelesaian peluang yang efektif. Sebaliknya, Aston Villa menghadapi pekerjaan besar untuk membangun kembali tim setelah kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer musim panas.
Bagi Unai Emery, kekalahan tersebut menjadi awal yang sangat berat. Villa bukan hanya gagal mencetak gol, tetapi juga kebobolan empat kali dalam 45 menit pertama. Emery kini dituntut segera menemukan keseimbangan baru agar perubahan besar dalam skuad tidak membuat Aston Villa kehilangan daya saing pada musim 2026/2027.