Bugenvil

Aku berhenti di hadapan bunga-bunga itu, sementara matahari perlahan turun dan kota mulai kehilangan cahayanya. Untuk sesaat, aku tidak ingin memotret, tidak ingin mengunggah, tidak ingin menjadikan keindahan ini sebagai sesuatu yang harus dimiliki. Aku hanya ingin melihat.

Bunga-bunga itu tidak tergesa-gesa untuk menjadi indah. Mereka tumbuh tanpa ambisi, mekar tanpa membutuhkan pengakuan. Aku justru merasa asing di hadapan mereka, sebab hidupku terlalu sering dipenuhi dorongan untuk menghasilkan, mencapai, dan menunjukkan bahwa aku baik-baik saja.

Lalu aku menyadari, mungkin keindahan dimulai ketika aku berhenti memaksa dunia untuk berguna bagiku. Di antara cahaya senja dan kelopak bougainvillea, aku belajar bahwa diam bukan kekosongan. Diam adalah ruang tempat aku, untuk pertama kalinya hari itu, tidak perlu menjadi apa-apa.