LONDON, 5 September 2026 – Crystal Palace meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham dalam lanjutan Premier League di Craven Cottage, Sabtu (5/9). Palace dua kali bangkit dari ketertinggalan sebelum Ben Chilwell mencetak gol kemenangan pada menit ke-77. Tyrick Mitchell menyumbangkan dua gol, sedangkan Fulham mencetak gol melalui Josh King dan César Palacios.
Fulham membuka keunggulan pada menit ke-11 melalui Josh King. Penyerang muda tersebut melepaskan tembakan setelah melakukan serangan cepat, tetapi bola sempat berubah arah setelah mengenai Jaydee Canvot sehingga membuat Dean Henderson kesulitan mengantisipasinya. Palace sebenarnya langsung membalas melalui Daichi Kamada, tetapi gol tersebut dianulir VAR karena posisi offside yang sangat tipis.
Palace akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Tyrick Mitchell bergerak dari sisi kiri, menahan tekanan pemain bertahan Fulham, lalu melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang tidak mampu dihentikan Bernd Leno. Gol tersebut menghidupkan kembali permainan Palace setelah mereka sempat kehilangan momentum akibat keputusan VAR.
Fulham kembali memimpin menjelang turun minum. César Palacios mencetak gol pada menit ke-42 setelah serangan dari sisi kiri membuka ruang di pertahanan Palace. Dean Henderson sempat menggagalkan peluang Gonzalo García, tetapi bola pantul jatuh tepat kepada Palacios yang dengan mudah menyelesaikannya. Fulham pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Palace kembali menunjukkan daya juangnya setelah jeda. Mitchell mencetak gol keduanya pada menit ke-54 dalam situasi yang cukup kacau. Tembakan pertamanya terblok, tetapi bola kembali mengenai dirinya dan kemudian bergulir masuk ke gawang Fulham. Skor berubah menjadi 2-2 dan pertandingan kembali terbuka.
Momen penentu terjadi pada menit ke-77. Ben Chilwell yang baru masuk menggantikan Mitchell hanya membutuhkan beberapa menit untuk membuat perbedaan. Menerima bola dari Daichi Kamada, Chilwell melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti dan membawa Palace berbalik unggul 3-2. Gol tersebut menjadi gol kemenangan sekaligus menandai kembalinya Chilwell ke Palace setelah sebelumnya memperkuat Strasbourg.
Fulham sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan mencatat 25 tembakan sepanjang pertandingan, jauh lebih banyak dibandingkan 10 tembakan milik Palace. Namun, efektivitas di depan gawang dan ketahanan Palace menjadi pembeda. Crystal Palace mampu bertahan dari tekanan Fulham pada menit-menit akhir untuk mengamankan tiga poin.
Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Crystal Palace di bawah pelatih baru Pierre Sage sekaligus kemenangan pertama mereka di Premier League musim 2026/27. Sebaliknya, Fulham harus menelan kekalahan dalam tiga pertandingan liga pertama mereka di bawah Álvaro Arbeloa. The Cottagers juga telah kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan dan masih harus mencari keseimbangan antara permainan menyerang yang menjanjikan dan pertahanan yang rapuh.
Fulham membuka keunggulan pada menit ke-11 melalui Josh King. Penyerang muda tersebut melepaskan tembakan setelah melakukan serangan cepat, tetapi bola sempat berubah arah setelah mengenai Jaydee Canvot sehingga membuat Dean Henderson kesulitan mengantisipasinya. Palace sebenarnya langsung membalas melalui Daichi Kamada, tetapi gol tersebut dianulir VAR karena posisi offside yang sangat tipis.
Palace akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Tyrick Mitchell bergerak dari sisi kiri, menahan tekanan pemain bertahan Fulham, lalu melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang tidak mampu dihentikan Bernd Leno. Gol tersebut menghidupkan kembali permainan Palace setelah mereka sempat kehilangan momentum akibat keputusan VAR.
Fulham kembali memimpin menjelang turun minum. César Palacios mencetak gol pada menit ke-42 setelah serangan dari sisi kiri membuka ruang di pertahanan Palace. Dean Henderson sempat menggagalkan peluang Gonzalo García, tetapi bola pantul jatuh tepat kepada Palacios yang dengan mudah menyelesaikannya. Fulham pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Palace kembali menunjukkan daya juangnya setelah jeda. Mitchell mencetak gol keduanya pada menit ke-54 dalam situasi yang cukup kacau. Tembakan pertamanya terblok, tetapi bola kembali mengenai dirinya dan kemudian bergulir masuk ke gawang Fulham. Skor berubah menjadi 2-2 dan pertandingan kembali terbuka.
Momen penentu terjadi pada menit ke-77. Ben Chilwell yang baru masuk menggantikan Mitchell hanya membutuhkan beberapa menit untuk membuat perbedaan. Menerima bola dari Daichi Kamada, Chilwell melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti dan membawa Palace berbalik unggul 3-2. Gol tersebut menjadi gol kemenangan sekaligus menandai kembalinya Chilwell ke Palace setelah sebelumnya memperkuat Strasbourg.
Fulham sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan mencatat 25 tembakan sepanjang pertandingan, jauh lebih banyak dibandingkan 10 tembakan milik Palace. Namun, efektivitas di depan gawang dan ketahanan Palace menjadi pembeda. Crystal Palace mampu bertahan dari tekanan Fulham pada menit-menit akhir untuk mengamankan tiga poin.
Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Crystal Palace di bawah pelatih baru Pierre Sage sekaligus kemenangan pertama mereka di Premier League musim 2026/27. Sebaliknya, Fulham harus menelan kekalahan dalam tiga pertandingan liga pertama mereka di bawah Álvaro Arbeloa. The Cottagers juga telah kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan dan masih harus mencari keseimbangan antara permainan menyerang yang menjanjikan dan pertahanan yang rapuh.