Ketan Susu

Malam itu, aku melihat Iliana duduk di depanku dengan wajah yang menyimpan satu dunia kecilnya sendiri. Di ujung mulutnya bertengger entah bagaimana sendok makanan berwarna hijau, sementara dua jarinya terangkat membentuk tanda kemenangan. Aku tertawa. Dalam hidup yang sering kali terlalu serius ini, rupanya kebahagiaan bisa datang dalam bentuk yang sesederhana itu.

Di atas meja ada kotak makanan, sedikit sisa jajanan, dan sebuah jam tangan unicorn berwarna merah muda. Benda-benda itu mungkin tak akan pernah masuk buku sejarah, tetapi bagiku semuanya adalah peninggalan penting dari masa kecil Iliana. Aku ingin mengingat malam ini, sebab anak-anak tumbuh dengan cara yang licin, tahu-tahu suara mereka berubah, tangan mereka membesar, lalu suatu hari mereka tak lagi mau menyisakan tempat untuk kita di meja makan.

Diam-diam aku menyimpan gambar ini di dalam ingatan. Iliana, dengan dua jari kecilnya dan sendok hijau yang konyol itu, telah mengajariku sesuatu yang tak pernah diajarkan sekolah mana pun: menjadi bapak berarti belajar menghargai hal-hal kecil sebelum semuanya berubah menjadi kenangan. Dan malam itu, tanpa Iliana sadari, akulah yang merasa paling beruntung.