Merah Hijau

Malam selalu punya cara sendiri untuk membuat kota terlihat berbeda. Aku duduk di atas motor, terjebak di antara deretan kendaraan yang mengular panjang, sementara lampu lalu lintas berganti warna seperti sedang memainkan pertunjukan kecil untuk kami. Tak ada yang benar-benar bergerak, tetapi semua orang tampak terburu-buru.

Di depanku, helm-helm berbaris seperti kepala-kepala kecil yang sedang menunggu keputusan nasib. Ada yang menguap, ada yang memainkan ponsel, ada pula yang hanya diam memandangi lampu hijau dengan harapan kendaraan di depan segera melaju. Aku sendiri hanya bisa tersenyum, barangkali beginilah kota mengajarkan kesabaran kepada orang-orang yang terlalu ingin cepat sampai.

Lalu lampu hijau menyala. Seketika kami bergerak, seperti sekumpulan ikan yang baru saja dilepaskan dari jaring. Aku menarik gas perlahan, membelah malam bersama ratusan orang yang tak kukenal. Dan di bawah langit yang gelap itu, aku merasa kota ini sebenarnya tidak pernah tidur, ia hanya berhenti sebentar di lampu merah.