Nasi Telur Rumput Laut

Di bawah cahaya lampu pijar, Iliana menyendok nasi telur rumput lautnya dengan khusyuk, seolah tengah meracik ramuan ajaib untuk petualangannya esok hari.

Mangkuk plastik merah jambu itu bagaikan panggung pertunjukan imajinasinya, tempat butiran nasi menjelma menjadi prajurit-prajurit kecil yang harus ditaklukkan dengan sendok plastik mungilnya.

Di sampingnya, tumpukan buku dan rak bertumpuk membisikkan kisah-kisah masa lalu, menjadi saksi bisu impian-impian yang tengah tumbuh di benak Iliana yang polos.