Aku berdiri di tengah riuh anak-anak pramuka, dan entah mengapa pagi itu terasa seperti halaman paling cerah dalam hidupku. Kami tertawa, bergerak mengikuti permainan, sementara dunia orang dewasa seakan lenyap untuk beberapa saat. Di depan kami, layar besar bertuliskan “Pajak Bertutur”, tetapi yang kuingat justru tawa teman-teman.
Aku ikut tertawa, meski sebenarnya aku tak begitu paham mengapa belajar pajak harus dilakukan dengan cara yang seseru ini. Mungkin begitulah cara pengetahuan datang, bukan mengetuk pintu dengan suara keras, melainkan menyelinap bersama permainan dan kegembiraan.
Hari itu aku pulang membawa sesuatu yang tak bisa dimasukkan ke dalam tas: sebuah cerita. Tentang pramuka, tentang pajak, tentang tawa yang meledak tanpa aba-aba. Kelak, mungkin aku akan lupa siapa yang menang dalam permainan itu, tetapi aku yakin akan selalu ingat bahwa pernah ada sebuah hari ketika belajar terasa seperti bermain.