PSMS Medan Pimpin Daftar Skuad Termahal Liga 2 2026/27, Persis Solo di Tiga Besar

SURAKARTA, 9 September 2026 – Persaingan Championship Indonesia 2026/27 tidak hanya menarik dari sisi persaingan di lapangan. Komposisi skuad juga menunjukkan adanya perbedaan kekuatan finansial antarklub, dengan PSMS Medan tercatat sebagai klub dengan nilai pasar skuad tertinggi berdasarkan data Transfermarkt.

PSMS Medan memiliki total nilai pasar skuad mencapai Rp47,10 miliar, sekaligus menjadi satu-satunya klub dalam daftar yang menembus angka Rp47 miliar. Klub asal Sumatera Utara itu memiliki 36 pemain dengan rata-rata usia 26,8 tahun dan empat pemain asing. Nilai pasar rata-rata pemain PSMS mencapai sekitar Rp1,31 miliar. Data Transfermarkt juga mencatat Javi Siverio sebagai salah satu pemain penting dalam komposisi skuad PSMS musim ini.

Di posisi kedua terdapat PSIS Semarang dengan nilai pasar Rp46,41 miliar. Mahesa Jenar memiliki 37 pemain dengan rata-rata usia 28,8 tahun dan tiga pemain asing. Nilai pasar rata-rata skuad PSIS berada di kisaran Rp1,25 miliar per pemain. Dengan komposisi tersebut, PSIS menjadi salah satu kandidat yang secara materi memiliki modal kuat untuk bersaing di papan atas.

Persis Solo menempati posisi ketiga dengan total nilai pasar Rp44,84 miliar. Klub asal Kota Solo tersebut memiliki 39 pemain, rata-rata usia 27,7 tahun, serta tujuh pemain asing. Jumlah pemain asing Persis menjadi yang terbanyak dalam daftar 20 klub, menunjukkan pendekatan berbeda dalam membangun skuad dibandingkan dua klub teratas.

Semen Padang FC berada di peringkat keempat dengan nilai pasar Rp41,54 miliar. Klub tersebut memiliki 35 pemain dengan rata-rata usia 28,2 tahun dan tiga pemain asing. Dengan jarak sekitar Rp5,56 miliar dari PSMS, Semen Padang masih termasuk dalam kelompok klub dengan kekuatan skuad paling tinggi di Championship Indonesia musim ini.

Kendal Tornado FC melengkapi lima besar dengan nilai pasar Rp38,93 miliar. Kendal Tornado memiliki 41 pemain, terbanyak di antara lima klub teratas, dengan rata-rata usia 26,1 tahun dan empat pemain asing. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa klub memiliki kedalaman skuad cukup besar, meskipun nilai pasar rata-rata pemainnya lebih rendah dibandingkan empat klub di atasnya.

Di bawah lima besar, Adhyaksa FC Bekasi memiliki nilai pasar Rp33,89 miliar, disusul PSPS Pekanbaru Rp32,33 miliar dan PS Barito Putera Rp31,72 miliar. Persipura Jayapura berada di posisi kesembilan dengan Rp29,46 miliar, sedangkan Persela Lamongan melengkapi 10 besar dengan Rp28,07 miliar.

Menariknya, nilai pasar tidak selalu berjalan seiring dengan jumlah pemain asing. Persis Solo memiliki tujuh pemain asing, terbanyak di kompetisi, tetapi berada di posisi ketiga dalam total nilai pasar. Sebaliknya, PSMS Medan yang hanya memiliki empat pemain asing justru berada di puncak. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan valuasi individual pemain turut menentukan besarnya nilai sebuah skuad.

Di papan bawah, Persiku Kudus memiliki total nilai pasar terendah, yakni Rp8,43 miliar, dengan hanya 14 pemain dalam skuad dan tanpa pemain asing. Persikad berada di atasnya dengan Rp11,04 miliar, sementara RANS Nusantara FC memiliki Rp12,69 miliar. De Red FC dan Persiba Balikpapan masing-masing tercatat memiliki nilai pasar Rp16,08 miliar dan Rp14,77 miliar.

Jika melihat keseluruhan data, terdapat jurang cukup lebar antara klub dengan nilai pasar tertinggi dan terendah. Skuad PSMS Medan bernilai lebih dari lima kali lipat dibandingkan Persiku Kudus. Namun, angka tersebut tetap merupakan indikator nilai pasar pemain, bukan jaminan prestasi di kompetisi.

Persaingan di lapangan pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas permainan, konsistensi, kedalaman skuad, strategi pelatih, serta kemampuan klub mengelola tekanan sepanjang musim. Dengan PSMS Medan, PSIS Semarang, Persis Solo, dan Semen Padang berada di kelompok teratas dalam valuasi skuad, persaingan menuju papan atas Championship Indonesia 2026/27 diperkirakan berlangsung ketat.