Sriwedari Siang Ini

Aku duduk menghadapi hidangan sederhana di meja merah yang kusam. Mie, bola daging, gorengan, makanan jalanan yang mengingatkanku pada ibuku yang pernah berjualan dengan tangan yang tak pernah berhenti bekerja. Es Teh Tarik menjadi teman setia di tengah panas siang yang menyiksa.

Setiap gigitan adalah cerita tentang perjuangan orang-orang sederhana seperti kami. Bukan makanan mewah, tetapi makanan yang lahir dari cinta dan ketekunan. Saus merah di mangkuk kecil adalah tanda tangan mereka, sederhana namun penuh makna.

Boneka rajutan kecil di sebelahnya membuat tersenyum. Di meja merah ini, dalam keremangan cahaya siang, aku menemukan kedamaian, dalam kebersamaan, dalam kenangan, dalam setiap gigitan makanan yang sederhana.