Teh Tarik Nomad

Sore itu kedai dipenuhi aroma teh tarik hangat. Nana memejamkan mata sambil menekan kedua pipinya lelah. Ilianaduduk kecil di seberangnya, mengacungkan jari mungil.

Semangkuk bubur kacang hijau menyala di depan mata Iliana. Teh tarik mengembun, dingin, manis, seperti kasih sayang. Poster-poster tua di dinding menyimpan kisah zaman yang lampau.

Aku tak paham kelak arti setiap detik bersama keluarga kecilku. Namun kubiarkan Iliana menari jarinya, menghitung berkah tak terkira. Kelak kutahu, inilah kebahagiaan sederhana bersama Nana dan Iliana.