Comeback ala Juara! Gol Calafiori Jadi Pemantik Kebangkitan Arsenal



LONDON - Arsenal kembali menunjukkan mentalitas juara. Tertinggal lebih dulu dari Leeds United, The Gunners bangkit dan menang 2-1 dalam laga lanjutan Premier League di Emirates Stadium, Sabtu (10/10/2026).

Arsenal sebenarnya tampil kurang meyakinkan di paruh pertama. Leeds justru lebih dominan dan sempat menyulitkan tuan rumah. Petaka datang di awal babak kedua ketika James Justin mencetak gol untuk Leeds pada menit ke-55. Emirates sempat terdiam.

Namun, Arsenal punya Riccardo Calafiori. Bek asal Italia itu muncul sebagai penyelamat. Ia mencetak gol penyeimbang yang mengubah momentum pertandingan. Gol Calafiori membangkitkan semangat rekan-rekannya.

Mikel Arteta kemudian memasukkan Bruno Guimaraes dari bangku cadangan. Keputusan itu terbukti jitu. Gelandang asal Brasil itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-70. Arsenal berbalik unggul 2-1 dan bertahan hingga peluit panjang.

Kemenangan ini membuat Arsenal menyamai perolehan poin Manchester City di puncak klasemen. The Gunners kembali menunjukkan bahwa mereka punya mentalitas juara yang sesungguhnya.

Calafiori, Simbol Kebangkitan Italia

Gol Calafiori ke gawang Leeds bukan sekadar angka. Ia kini menjadi salah satu simbol kebangkitan sepak bola Italia di bawah asuhan Roberto Mancini.

Beberapa hari sebelumnya, Calafiori juga mencetak gol pertamanya untuk Timnas Italia. Masuk sebagai pemain pengganti melawan Turki, ia hanya butuh sembilan menit untuk mencetak gol krusial dan mengubah momentum pertandingan.

Mancini secara terbuka menyebut Calafiori sebagai salah satu pemimpin timnya. "Calafiori sudah menjadi pemimpin, secara teknis, fisik, dan intelektual," ujar Mancini. Pujian itu bukan tanpa alasan.

Kebangkitan Italia di bawah Mancini memang tak lepas dari peran pemain seperti Calafiori. Mantan pelatih Manchester City itu bahkan menyebut Calafiori sebagai salah satu dari empat pemain level internasional di skuadnya, bersama Donnarumma, Bastoni, dan Tonali.

Perjalanan Calafiori sendiri terbilang menarik. Ia sempat menempuh jalur panjang sebelum akhirnya bersinar. Bersama Bologna di bawah asuhan Thiago Motta, ia berkembang menjadi salah satu bek paling menarik di Eropa. Kemampuannya membawa bola dari lini belakang membuat Arsenal rela menebusnya.

Sejak bergabung dengan Arsenal, Calafiori menjelma menjadi bek kiri terbaik di Premier League. Jamie Carragher bahkan menyebutnya "bek kiri terbaik di liga, jauh di atas yang lain". Musim ini, ia sudah mencatatkan satu gol dan dua assist dari enam penampilan.

Bagi Italia, Calafiori adalah harapan baru. Ia menjadi bagian dari generasi yang diharapkan membawa Azzurri kembali ke panggung dunia. Golnya ke gawang Turki di Stadion Dall'Ara, Bologna, seolah menjadi simbol penebusan dan awal babak baru.

Bagi Arsenal, Calafiori adalah bukti bahwa pembelian tepat bisa mengubah wajah tim. Bagi Italia, ia adalah pemimpin yang sedang tumbuh. Dan bagi Calafiori sendiri, ini adalah perjalanan yang baru saja dimulai.