Kalah Lagi! Persiraja Takluk 1-2 dari Sumsel United, Suporter Murka

BANDA ACEH — Ambisi Persiraja Banda Aceh untuk meraih kemenangan perdana di Pegadaian Championship 2026/2027 harus pupus di hadapan pendukung sendiri. Laskar Rencong kembali menelan pil pahit setelah ditaklukkan Sumsel United dengan skor tipis 2-1 di Stadion H. Dimurthala, Jumat malam (2/10). Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun, dan yang lebih menyakitkan, membuat mereka masih tertahan di dasar klasemen dengan poin -1 akibat sanksi pengurangan poin.

Sejak awal pertandingan, Persiraja tampil agresif dan menciptakan banyak peluang. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi momok. Justru Sumsel United yang mampu memanfaatkan peluang pertama mereka pada menit ke-28 melalui tendangan keras Tomi Darmawan. Petaka semakin lengkap ketika Fariz Adit diganjar kartu merah pada menit ke-42, memaksa Persiraja bermain dengan 10 orang.

Meski demikian, semangat juang pasukan M. Ridwan patut diacungi jempol. Di babak kedua, meski kekurangan pemain, mereka justru tampil lebih agresif. Jayus Hariono berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-60 lewat sundulannya. Sayangnya, harapan itu hanya bertahan enam menit. Sumsel United kembali unggul melalui sundulan pemain asing Kenneth Ngwoke pada menit ke-66, dan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

Kekecewaan Suporter Memuncak

Hasil buruk ini memicu kemarahan suporter. Setelah pertandingan berakhir, massa dari kelompok suporter SKULL langsung bergerak menyampaikan aspirasi. Mereka menuntut manajemen memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi tim yang belum menunjukkan perbaikan sama sekali. Tak hanya di dalam stadion, aksi berlanjut ke depan pintu masuk tribun utama. Dalam orasinya, suporter mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tim, termasuk kualitas pemain yang direkrut.

Manajemen Bergerak Cepat

Menanggapi situasi kritis ini, manajemen Persiraja langsung melakukan pembenahan internal. Pada Sabtu (3/10), Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam resmi menunjuk Ari Nanda sebagai Wakil Presiden baru, menggantikan Iswahyudi alias Bos Yudi yang mengundurkan diri.

"Saya menunjuk Ari Nanda sebagai wakil presiden karena kami membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik, baik di internal maupun dengan pihak eksternal," ujar Dek Gam dalam keterangannya. Ia berharap Ari Nanda dapat menjadi jembatan komunikasi antara manajemen, tim pelatih, dan pemain untuk segera membangkitkan performa Persiraja di kompetisi musim ini.

Dengan torehan nol poin dari empat laga, Persiraja kini berada di ujung tanduk. Akankah pergantian nahkoda di kursi wakil presiden menjadi titik balik, atau justru semakin mempercepat laju tim menuju jurang degradasi? Hanya waktu yang akan menjawabnya.